Archive for the 'Artikel, Kisah dan Hikmah' Category

05
May
09

Surat Dan Stempel Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Al-Qura’n turun melalui Jibril as kepada Nabi saw bukan dengan tulisan tapi dengan lisan. Bahkan ayat pertama yang turun kepada beliau bukan “Uktub” atau “Tulislah” tapi ayat pertama turun berbunyi “Iqra’” artinya “Bacalah”. Dari salah satu mu’jizat Nabi saw yang terbesar adalah bahwa beliau itu buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi kok wahyu yang turun kepada beliau dari Allah baik melalui Jibril atau langsung bisa diterimanya? Karena ingatan dan hapalan Nabi saw super hebat, luar biasa tidak bisa disamakan dengan ingatan dan hapalan orang orang biasa. Maka semua wahyu yang dibacakan Jibril as yang turun dari Allah kepada beliau bisa langsung melekat di ingitan Nabi saw tidak bisa terlepas lagi.

Jelasnya, kalau ada orang mengatakan bahwa Nabi saw itu pintar menulis berarti dia bodoh tidak mengetahui sejarah Nabi saw atau berarti dia telah melecehkan Islam. Orang pintar pada masa Nabi saw bukan orang yang pandai menulis tapi yang hebat pada zaman itu adalah orang yang hapalanya kuat. Kalau begitu menulis bukalah budaya orang Arab. Orang Arab di masa itu merasa malu jika diketahui ia pandai menulis. Karena mereka mengandalkan diri mereka kepada hapalan. Orang yang pandai menulis berarti hapalannya tidak kuat.

Tapi Islam adalah agama terbuka dan bisa menerima budaya. Contohnya setalah wafatnya Nabi saw, para sahabat mulai mengumpulkan Al-Qur’an dari penghapal penghapal agar mu’jizat Nabi itu tidak putus dan habis sepeninggalan mereka atau sehabis para penghapal itu wafat. Maka terbentuklah “lajnah” untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan ini tentu memerlukan waktu dan tenaga luar biasa. Setelah terkumpul mulailah mereka menulis demi untuk menjaga keselamatan Al-Qur’an dari tangan tangan kotor dan memeliharanya agar tetap bersih, murni dan terjaga Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” al-Hijr 9.

Continue reading ‘Surat Dan Stempel Nabi’

02
Feb
09

Enam Pertanyaan ???

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :

Pertanyaan pertama : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI ( Surah Ali-Imran:185) . Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati.”

Pertanyaan kedua : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang
Iman Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak
akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari
ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.”

Pertanyaan ketiga : “Apa yang paling besar didunia ini ?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali
adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

Pertanyaan keempat :”Apa yang paling berat didunia ?”
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Pertanyaan kelima : “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun
Imam Ghazali : “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat.”

Pertanyaan keenam :”Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?”
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia
ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati”

Source : Milist Majelis Rasulullah SAW

05
Jan
09

Asyuroh

Alhamdulillah wa syukru lillahi wa laa khaula wa laa quwwata illa billah… kita masih diberi kesempatan Allah untuk dapat menghirup udara-Nya dan diberi kesehatan yang tak ternilai harganya….

Tak terasa tahun telah bertambah, 1429H telah meninggalkan kita. Semoga Ditahun ini Allah memberi kesempatan lebih kepada kita dalam menjalankan perintah² dan menjauhi larangan² Nya.

Muharram termasuk 1 dari 4 bulan yang dimulyakan Allah (asyhurul hurum) dan dalam bulan Muharram ini terdapat hari dimana Allah memberikan banyak keistimewaaan dan kemenangan bagi kaum Muslimin. Hari itu tak lain adalah yaumul ‘Asyuroh(10 Muharram).

Diantara kejadian besar pada hari ‘Asyuroh ini adalah  : banjir pada masa Nabi Nuh surut, Nabi Ibrahim dibakar oleh raja Namrud, Nabi Yunus dimuntahkan dari perut ikan hiu, Nabi Musa dikejar² Fir’aun dan pasukannya di laut merah, dan banyak lagi kejadian² pada hari itu.

Nabi muhammad SAW pun telah men sunnahkan ummatnya untuk puasa ‘Asyuroh. Diriwayatkan ketika nabi berada di madinah dan Nabi menemukan  sekelompok yahudi melaksanakan puasa, lantas Nabi bertanya kepada  para sahabat. Oleh Sahabat diceritakan bahwa pada hari itu Nabi Musa dan kaumnya diselamatkan Allah dari kejaran Fir’aun dan tentaranya di laut merah. Kemudian Nabi bersabda : ” Kami lebih berhak daripada mereka ” . Disamping itu, Nabi juga mensunnahkan hari tasu’ah(9 Muharrom) walaupun Nabi belum sampai melaksanakannya.

Semoga kita dapat menghidupkan sunnah Nabi, aamin Allahumma aamin….

18
Dec
08

Apakah air Zam Zam bisa dijadikan obat ?

sumur zam-zam

Oleh: Hasan Husen Assagaf


Allah berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 30:
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”

SETELAH diciptakan Adam dari tanah dan Hawa dari tulang rusuknya, Allah menciptakan anak cucunya dari setetes air yang terpancar keluar dari tulang sulbi yang jika ditimbang beratnya hanya beberapa gram. Di dalam air itu terkandung jutaan mahluk hidup (sperma), jika seandainya semuanya dengan seizin Allah menjadi manusia maka cukup dari setetes air bisa menjadi penduduk satu negara. Tapi dari kekusaaan Allah, yang jadi dari jutaan makhuk itu hanya satu yang paling unggul.

Continue reading ‘Apakah air Zam Zam bisa dijadikan obat ?’

04
Dec
08

Labbaik Allahumma Labbaik….

Ka'bah

talbiyah

aku datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah! aku datang memenuhi panggilan-Mu..
aku datang memenuhi panggilan-Mu, (Tuhan) yang tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kekuasaan adalah kepunyaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu…

Tak terasa kita telah memasuki bulan Dzulhijjah, salah satu dari 4 bulan dalam Asyhurul Hurum, dimana ada kejadian yang sangat menakjubkan, dimana Allah telah menguji Hambanya yang Kholilullah, yang sampai sekarang diabadikan Allah dalam rukun Islam-Nya.

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan Haji, dimana manusia seluruh dunia berkumpul, bersatu padu dari berbagai suku dan bangsa untuk melakukan rukun Islam yang ke lima, yakni Haji ke Baitullah. Haji tidak lepas dari sejarah pada jaman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS dengan Siti Sarah yang telah bertahun-tahun menikah belum juga diberi keturunan oleh Allah SWT, kemudian Allah memerintahkan untuk menikah dengan Siti Hajar(pembantu Nabi ibrahim) yang kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Ismail. Siti Sarah merasa putus asa karena tidak bisa memberi keturunan pada Nabi Ibrahim. Akhirnya Demi menjaga keutuhan rumah tangga, Allah menurunkan wahyu kepada nabi Ibrahim yang isinya adalah membawa Siti hajar dan anaknya Ismail untuk dipisah ke tempat yang jauh.

Continue reading ‘Labbaik Allahumma Labbaik….’

03
Nov
08

Jangan Taqlid

NS Hosen


Ba’da sholat zuhur berjamaah di masjid jami’, Ujang merasa kehausan.

Kakinya lantas melangkah ke warung Mpok Ruqayah. Ujang memesan es

kelapa muda.

Pada saat yang bersamaan, seorang anak muda yang berjenggot tipis dan

memakai celana cungkring (sekitar 10-15 senti di atas mata kaki) duduk

disamping Ujang. Sambil tersenyum pada Ujang, anak muda yang bernama

Jundi ini bertanya kepada Ujang, “Tadi malam akhi Ujang ikutan ratiban

di kediaman Haji Yunus yah?”

“Iyah alhamdulillah saya ikutan bareng-bareng baca Ratib al-Haddad

bersama Wak Haji”, jawab Ujang sebelum menyeruput es kelapa muda.

“Apa akhi Ujang tahu apa dalilnya ikut ratiban semacam itu?” Jundi

bertanya sambil tersenyum.

“wah itu sih urusan Wak Haji…kata beliau ratiban ini kumpulan doa

yang tentu saja ada dalilnya. Lha dalilnya itu apa dan bagaimana

yah…tolong aja kang Jundi tanya langsung sama Wak haji Yunus”. Ujang

nyerocos sambil tangannya mencomot pisang goreng di depannya.

“Itu namanya taqlid alias fanatisme buta. Agama melarang kita untuk

taqlid semacam itu. Bukankah Pak Yunus itu manusia biasa yang bisa

salah dan khilaf. Kok akhi Ujang mau saja ikut-ikutan sama beliau. Itu

namanya menyembah Pak Yunus. Haram itu hukumnya!” suara Jundi mulai

meninggi.

Continue reading ‘Jangan Taqlid’

08
Aug
08

Wara’ Kunci Kesuksesan dan Keselamatan

Al Habib Al Imam Ali bin Muhammad Al Habsyi: Wara’ Kunci Kesuksesan
dan Keselamatan

Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi RA adalah salah satu auliya
(kekasih) Allah SWT yang kata-kata dan petuahnya selalu diterima
setiap insan. Perbuatan dan perangainya selalu menjadi teladan bagi
mereka. Majelis beliau senantiasa dipadati oleh orang-orang yang
hendak mendulang ilmu dan sir dari beliau. Tidak terkecuali orang yang
berilmu pun turut hadir di majelis itu, karena mereka melihat derasnya
hikmah dan rahasia-rahasia yang bermutu tinggi yang disampaikan oleh
beliau.

Kata-kata mutiara beliau senantiasa membasahi hati yang gersang bak
air hujan yang membasahi tanah yang tandus sehingga menyuburkannya.
Memang benar bahwa ilmu (hikmah) yang disampaikan seorang Arif billah,
akan memberikan ketenangan dan kesejujkan hati ibarat air hujan
memberikan kesuburan pada pepohonan.

Marilah kita simak dengan cermat dan laksanakan sebagian nasehat yang
beliau sampaikan pada malam Senin 24 Muharram 1324 H di salah satu
majelis beliau yang mulia. Insya-allah kita tergolong kaum yang
mencintai beliau dan para salaf sholeh, sehingga kita kelak
dikumpulkan bersama mereka. Amin.

Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi berkata,

“Wahai saudara-saudaraku, hati-hati telah menjadi kaku dan beku,
tidak ada lagi bekas dan pengaruh dari al Quran maupun nasehat para
ulama yang selalu didengarnya. Sedang kita tidak tahu apa gerangan
penyebab kekerasan hati itu. Ketahuilah bahwa penyebab terbesar dan
yang paling dominan adalah karena makanan yang kotor (syubhat atau
haram) yang masuk ke perut kita, saat ini banyak orang tidak perduli
dan bahkan tidak takut untuk jatuh pada keharaman. Mereka meremehkan
masalah ini.

Bagaimana mungkin nasehat dan petuah yang sampai akan memberikan
atsar (pengaruh) dan membekas di hati, sedang makanan yang dikonsumsi
adalah haram? Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari keharaman di
mana pun dan kapan pun kita berada, serta menghalangi dan membentengi
kita dari orang yang suka keharaman.

Ketahuilah, keluarga kita (para salaf sholeh), thariqah (jalan)
mereka adalah mencari yang halal dan bersikap wara’ (berhati
hati/menjaga diri). Hati-hatilah saudaraku dari makanan haram. Kekasih
kalian Nabi Muhammad SAW telah bersabda (yang artinya), “Setiap daging
yang tumbuh dari makanan yang haram maka neraka lebih pantas untuknya”.

Hadits di atas sudah cukup populer dan sering disampaikan sebagaimana
terdapat dalam kitab Kasyful Khafa’ karya Al Imam Al `Ajaluniy ra.
Imam Sahl bin Abdillah At Usturi, salah seorang ulama salaf berkata,

“Siapa memakan yang haram, maka tubuhnya akan bermaksiat, dia mau
atau tidak, Dan siapa yang memakan yang halal maka tubuhnya akan
berbuat taat, dia mau atau tidak”.

Pada masa kita ini, nyaris tidak ditemukan lagi orang yang wara’
kecuali sangat sedikit kebanyakan mereka telah terjerumus dalam
keharaman. Ketahuilah bahwa hati ini akan menjadi gelap karena makanan
haram, baik dia menyadari dan mengetahuinya atau tidak. Baiklah jika
memang dia tidak mengetahui bahwa yang dimakannya adalah haram, ini
mungkin agak ringan (tetapi tetap akan menyebabkan kegelapan hatinya).

Tapi yang dengan sengaja melakukannya maka celakalah dia, binasalah
dia. Sebab siapa memasukkan satu suapan haram pada tubuhnya maka
sholatnya tidak diterima oleh Allah selama suapan itu masih berada
dalam tubuhnya. Siapa yang sholat dengan baju yang disana terdapat
satu benang (kain) yang haram maka sholatnya tidak diterima oleh Allah
selama baju itu melekat ditubuhnya. Lalu apa faedah yang akan didapat
dari amalnya jika ternyata itu semua tidak diterima? Bagaimana mungkin
cahaya akan masuk ke dalam hati yang gelap gulita?

Saat ini, jika kamu datang kepada sekelompok orang lalu membicarakan
masalah ke-wara’-an, maka mereka akan berkata,

“Kamu ini siapa?”
“Kamu sedang berada di mana?”
“Sekarang manusia semua sudah makan yang haram. Di mana yang halal?”
“Kamu mau makan apa?”

Ketahuilah bahwa kata-kata semacam ini adalah kurang ajar dan
menentang (berani) kepada Allah SWT. Padahal bumi Allah sangatlah
luas, jika dia mau berusaha pasti akan mendapatkan yang halal
sekalipun dengan usaha yang keras.

Yang lebih mengherankan lagi bahwa ada sebagian manusia yang berakal,
memiliki pikiran, tetapi sengaja memakan yang haram padahal dia tahu
bahwa dengan perbuatannya itu dia akan diadzab oleh Allah. Sebab jika
dia melakukan itu dia akan terseret ke dalam neraka, maka
tinggalkanlah makanan haram, pasti akan datang kepada kalian makanan
yang halal.

Nabi Muhammad saw bersabda (yang artinya),

“Yang halal itu jelas dan haram juga jelas, dan antara keduanya
adalah perkara yang syubhat (remang-remang), banyak manusia tidak
mengetahui kejelasannya. Maka siapa yang manjaga diri dari barang
syubhat ini, maka dia telah menjaga harga diri dan agamanya. Dan siapa
yang terjerumus pada syubhat maka dia akan terjerumus pada yang haram,
ibarat seorang pengembala yang menggembalakan kambingnya di dekat
daerah larangan maka dia nyaris akan memasuki daerah larangan itu.”
(HR Bukhori dan Muslim dll)

Saat ini, hampir tidak ada mudzakarah (pengajian) tentang wara’, sebab
jika ada yang menyebutkamya maka dia akan diam karena khawatir akan
diingkari oleh orang lain, sebab keharaman sudah membaur di antara
masyarakat. Inilah hari di mana kebenaran banyak disepelekan. Nasehat
sudah tidak masuk ke dalam hati dan rasa takut kepada Allah sudah
tidak bersemayam lagi dalam kalbu. Dan sebabnya adalah makanan haram
yang mengeraskan dan menggelapkan hati.

Saat ini banyak orang yang datang kepada kita dan menipu kita dengan
menyuruh agar uang-uang kita ditabung di bank (agar menghasilkan bunga
yang banyak), anak-anak kecil yang mendapat harta warisan yang banyak,
mereka diperdaya agar uangnya disimpan sehingga ketika anak itu sudah
baligh maka dia akan mendapati hartanya telah tercampur dengan keharaman.

Maka dari itu jagalah diri kita dan keluarga kita terutama dari hal
yang semacam ini, jangan sampai tubuh mereka terisi makanan syubhat
apalagi haram, sekuat apapun usaha kita untuk mengarahkan mereka ke
jalan yang lurus, namun jika makanan yang kita berikan tidak benar,
maka akan sia-sia usaha tersebut. Dan kita larang mereka sekuat tenaga
dari kemungkaran, maka itu pun akan sia-sia. Karena makanan baram
telah mendarah daging dengan mereka.

Dalam atsar disebutkan,

“Jika kalian banyak sholat sehingga menjadi seperti tiang-tiang,
bannyak berpuasa sehingga kurus kering seperti tali busur, semua
ibadah itu tidak akan diterima kecuali jika dilandasi dengan kewara’an
yang tinggi”.

Al Habib Abdullah bin Alawiy Al Haddad RA dalam untaian nasehatnya
menyatakan,

“Ketahuilah semoga Allah merahmati kalian bahwa makanan halal akan
menyinari hati dan melembutkannya dan menyebabkan adanya rasa takut
kepada Allah dan _khusyu’ kepadaNya, memberikan semangat dan motivasi
pada anggota tubuh untuk taat dan beribadah serta menumbuhkan sikap
zuhud terhadap dunia dan kecintaan pada akhirat. Dan inilah sebab
diterimanya amal amal sholeh kita dan dikabulkannya doa-doa kita.”_

Sebagaimana sabda Rasulullah saw kepada Sa’ad bin Abi Waqqash,
“Perbaguslah (jaga kehalalan) makananmu, niscaya doamu akan dikabulkan”.

“Adapun makanan haram dan syubhat maka kebalikan dari yang sudah
disebutkan tadi, dia akan menyebabkan kekerasan hati dan
menggelapkannya, mengikat (mengekang) tubuh dari ketaatan dan
menjadikannya rakus terhadap dunia. Inilah sebab ditolaknya amal-amal
ibadah dan doanya.”

Sebagaimana dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah saw menceritakan
seorang musafir yang bajunya compang-camping, rambutnya berdebu (tidak
terurus), dan dia menengadahkan kedua tangannya ke langit (dengan
suara lirih dan penuh harapan–red) dia berkata,

“Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku …”

Namun makanannya haram, minumannya haram, bajunya haram dan dimasukkan
pada mulutnya makanan haram, maka bagaimana mungkin akan diterima doanya?

Maka berusahalah mencari pekerjaan dan makanan yang halal dan jauhilah
keharaman. Dan ketahuilah bahwa kewara’an ini tidak hanya pada makanan
saja tapi mencakup semua aspek pekerjaan kita. Berbuat apapun harus
dilandasi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan, jika masih ragu maka
tingglkanlah, khawatir akan terjerumus pada keharaman dan akibatnya
pasti fatal.

Al Habib Al Imam Ali bin Muhammad Al Habsyi adalah penyusun Kitab
Maulid “Simtud Durar”

Ditulis kembali dari buletin Majelis Ta’lim Wa Adda’wah asuhan Habib
Sholeh Ibn Achmad Ibn Salim Al Aydrus edisi 26 Tahun 2006

Source : Milist Majelis Rasulullah

10
Jun
08

Meluruskan Pandangan Sempit Kelompok Eksklusif

Sumber: Cahaya Nabawiy No.49Tahun V shafar 1428/Maret 2007 oleh Ernaz Siswanto.


“Jika mengkafirkan seorang muslim saja berakibat pada dosa yang besar, bagaimana dengan pengkafiran yang dituduhkan pada seketompok muslimin yang terbanyak, dan menuduh mereka berbuat syirik”
Sering kali kita temukan dalam selebaran, majalah, internet dsb. yang berisi penghujatan dan. pengkafiran terhadap orang-orang yang bertawasul kepada Nabi SAW. Caci maki dan tuduhan syirik ini tidak hanya ditujukan kepada sebagian dari kaum muslimin, Prof. Dr. Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliky bahkan tidak luput dari caci maki dan tuduhan syirik oleh segelintir kaum ini. Lewat sebuah buku yang berjudul Hadzihi Mafahimuna guru besar ulama senusantara ini oleh Ibnu Mani’ dituduh sebagai penyebar bid’ah dan orang musyrik. Secara kasar, ia mengeritik Abuya Maliky yang bermazhab Maliki ini – seperti gaya kaum Khawarij yang begitu mudah mengkafirkan lawan yang tak sefaham.
Upacara tahlil, pembacaan Maulid Nabi dan praktek rohaniah lain yang mencair dengan nuansa budaya – seperti Maulid Nabi yang hakikatnya madah (memuji) Rasul yang merupakan ekspresi kecintaan (mahabbah) kepada Nabi direspons Wahabi sebagai syirk dan bid’ah. Oleh mereka amalan yang bersumber ‘urf ini, dicari argumentasinya melalui dalil-dali! syara’, bukan adat positif yang justru dibenarkan oleh Islam. Mereka menuduh karena di zaman Nabi tidak ada seperti itu, maka haram orang sekarang mengadakan segal hal yang di zaman Nabi tidak ada. Perbedaan furu’ lainnya antar mazhab dianggap pertentangan yang tak bisa dikompromi dan paling-paling digauli secara kaku hingga menimbulkan permusuhan. (Baharun, 2006)
Salah satu hal yang sering dimunculkan di permukaan adalah penyebutan bi jaah rasul (dengan kedudukan rasul), bi haqqi rasul (dengan kebenaran rasul), manakala umat Islam berdoa memohon sesuatu kepada Allah. Menurut orang-orang Wahabi itu, hal ini adalah perbuatan bid’ah dan musyrik tidak ada dasarnya baik nabi terdahulu maupun para sahabat melakukan hal itu, sehingga orang yang melakukannya dapat membawa kepada kekafiran.
Pandangan sempit semacam itu sebenarnya sudah di bahas oleh ulama-lama kita baik mutaqaddimin maupun mutaakhirin. Salah satunya adalah sebuah hadits sahih yang terdapat dalam kitab Al Ajwibatu Al Ghaliyah karangan Habib Zain bin Smith (Madinah). Bahwasannya diriwayatkan oleh Al Hakim, Tahbarani dan Al Baihaqi dari Umar bin Khattab ra. secara marfu’:

Artinya: Ketika Adam menyadari akan kesalahannya, ia berkata: “Wahai Tuhan aku memohon kepadaMu dengan Hak (kedudukan) Muhammad ampunilah dosaku.” Allah berfirman: “Bagaimana engkau mengenal Muhammad padahal aku belum menciptakannya?”. Jawab Adam: “Wahai Tuhan, ‘ketika Engkau menciptakan aku dengan tanganMu dan Engkau meniupkan ruhMu kepadaku, maka
aku mengangkat kepalaku dan aku lihat di kaki ‘Arsy tertulis “Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”. Maka aku tahu bahwa Engkau tidak meletakkan nama orang lain di sisi namaMu yang paling Engkau cintai.” Allah berftrman: “Apa yang kau katakan benar wahai Adam, sesungguhnya Muhammad adalah makhluk yang paling Aku cintai, ketika engkau memohon kepadaKu dengan kak Muhammad, maka Aku segera memberimu ampun, dan andaikata bukan karena Muhammad, Aku tidak menciptakan engkau.”

Bagi orang yang munsyif dan berakal, kiranya hadits ini sudah cukup sebagai landasan boleh bertawasul bi-haqqi Muhammad Bahkan masih banyak pembahasan secara panjang lebar dari para ulama, diantaranya terdapat dalam kitab Mafahim Yajib an Tushaha karangan Prof. Dr. Muhammad bin Alwi Al-Maliky, dan Al Ajwibatu Al Ghaliyah karangan Habib Zain bin Smith.Tentunya kajian yang dilakukan harus menggunakan hati yang bersih dengan niatan mencari kebenaran Ilahi. Dengan banyak membaca buku dan kitab-kitab karangan ulama shalih dan ikhlas, akan memberikan pengaruh jiwa kepada kita untuk tidak mudah mengkafirkan atau menuduh orang lain melakukan perbuatan bid’ah dan syirik.
Karena seorang yang menganggap dirinya muslim, sangat tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain yang telah mengucapkan kalimat tauhid. Telah disebutkan dalam sebuah hadits sahih bahwa Rasul SAW ber-sabda::

“Jika seseorang mengkafirkan saudaranya, maka tuduhan itu akan menimpa salah satu dari keduanya, jika tuduhan itu memang benar, maka tuduhan itu akan mengenai orang yang dituduh, kalau tidak maka tuduhan itu akan kembali kepada yang menuduh”. (HR. Muslim)

Imam Abu Bakar Al Baqillani telah berkata::

“Sesungguhnya memasukkan seribu orang kafir ke dalam Islam di-karenakan satu tanda misteri kelslam-an, lebih ringan dari pada mengkafirkan seorang muslim dengan seribu tanda misteri kekafiran “.

Jika mengkafirkan seorang muslim saja berakibat pada dosa yang besar, bagaimana dengan pengkafiran yang dituduhkan pada sekelompok muslimin yang terbanyak, dan menuduh mereka berbuat syirik hanya dikarenakan mereka melakukan tawasul dan mohon barokah dengan atsar orang-orang sha-leh? Padahal iman mereka kepada Allah amat kokoh, dan mereka terdiri dari ulama’ulama yang memiliki sanad keilmuan sampai pada tabi’in, sahabat dan Rasulullah? Kiranya untuk menjawab pandangan orang-orang semacam ini, kita kemukakan sabda yang menyatakan::


“Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh’ orang-orang yang shalat di Jazirah arab, akan tetapi ia tidak putus asa untuk mengadu domba di antara sesama mereka”.
(HR. Muslim dan Tirmidzi)

Sudah jelas sekali, ini adalah upaya propaganda setan untuk memecah belah sesama umat Islam. Sekarang tinggal umat Islam itu sendiri, maukah duduk bersama bermusyawarah untuk tafahum saling memahami antar perbedaan furu’, ataukah tetap pada sikap ashobiyahnya masing-masing hingga datang kehancuran umat Islam?
Source : Milist Majelis Rasulullah(MR)
08
May
08

Di balik Rahasia Bersedekah

Dari Sayyidah Aisyah Ra, Beliau menceritakan tentang pertemuan wanita dengan Nabi Muhammad SAW, yang tangan kanannya dalam keadaan lumpuh. Wanita itu berkata : “Wahai Nabi Allah sudikah kiranya engaku momohon kepada Allah SWT semoga Dia (Allah) menyembuhkan tanganku.” Nabi bersabda kepadanya : ”Apa yang menyebabkan tanganmu lumpuh?”, wanita itu menceritakan kepada Rasulullah SAW : ”Ya Rasulullah, pada suatu malam aku bermimpi seakan-akan hari kiamat akan tiba, neraka jahanam telah menyala-menyala dan surga telah terbentang dengan indah. Dan saya mengetahui bahwa ibu saya berada didalam neraka jahanam sedang ditangannya terdapat sepotong lemak dan ditangan satunya terdapat sepotong kain lap, dengan kain lap dan lemak itu ibuku menahan panasnya api neraka, maka pada waktu itu saya berkata kepadanya : “Mengapa ibu di dalam jurang api neraka? Bukankah ibu seorang yang ta’at kepada Allah, dan ayah telah merelakan?” Ibu menjawab : “Hai anakku, aku didunia kikir dan disini tempat orang-orang yang kikir”, saya bertanya lagi kepadanya : “Apalah arti lemak dan kain lap yang ada ditangan ibu?”. Ibuku menjawab : “Keduanya ini pernah ibu dermakan sedekah dan saya tidak pernah bersedekah didunia ini kecuali keduanya.”
Saya bertanya : “Dimana ayah?”. “Ayahmu orang dermawan maka dia tinggal bersama orang yang dermawan.” maka sayapun datang kesurga dan ternyata ayah sedang berdiri di telaga bersama engkau ya Rasulullah, dan saya berkata kepada ayah : “Wahai ayahku sungguh ibu dan juga istrimu sekarang berada di neraka terbakar, sedangkan engkau memberi minum orang-orang dari telaga ini, oleh karena itu berilah ibu air minum dari telaga ini ayah.” Kata ayahku “Wahai anakku sesungguhnya Allah telah menghramkan orang-orang yang kikir untuk meminum air telaga dari Nabi Muhammad SAW.”. Maka dengan tanpa izin ayahku aku mengambil air telaga dan memberi ibuku segelas air untuk menghilangkan kehausannya, tiba-tiba suara yang menyeramkan berkata : “Semoga Allah melumpuhkan tanganmu karena engkau telah memberi minum kepada orang yang kikir dari telaga Nabi Muhammad SAW”. Maka saya terbangun dan ternyata tangan saya telah lumpuh seperti ini.
Selanjutnya Sayyidah Aisyah Ra. Berkata :”Setelah Nabi Muhammad SAW mendengar wanita tadi Nabi lalu meletakkan tongkatnya pada wanita itu seraya berdo’a kepada wanita itu : “Ya Allah demi zat-Mu yang mulia dengan pengaduan kebenaran mimpinya yang telah dia ceritakan kepadaku maka sembuhkanlah tangannya, maka tangannya sembuh seperti semula. Demikian cerita keutamaan sedekah.

- “Dikutip dari kitab Durrotunashihin” -

Source: http://www.nurulmusthofa.org/index.php?option=com_content&task=view&id=56&Itemid=45




Kalender Hijriyah

Archives

Majelis Rasulullah

Kitab Klasik Islam

 

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Jumlah Klik

  • 9,985 Klik