Archive Page 2

05
Jan
09

Asyuroh

Alhamdulillah wa syukru lillahi wa laa khaula wa laa quwwata illa billah… kita masih diberi kesempatan Allah untuk dapat menghirup udara-Nya dan diberi kesehatan yang tak ternilai harganya….

Tak terasa tahun telah bertambah, 1429H telah meninggalkan kita. Semoga Ditahun ini Allah memberi kesempatan lebih kepada kita dalam menjalankan perintah² dan menjauhi larangan² Nya.

Muharram termasuk 1 dari 4 bulan yang dimulyakan Allah (asyhurul hurum) dan dalam bulan Muharram ini terdapat hari dimana Allah memberikan banyak keistimewaaan dan kemenangan bagi kaum Muslimin. Hari itu tak lain adalah yaumul ‘Asyuroh(10 Muharram).

Diantara kejadian besar pada hari ‘Asyuroh ini adalah  : banjir pada masa Nabi Nuh surut, Nabi Ibrahim dibakar oleh raja Namrud, Nabi Yunus dimuntahkan dari perut ikan hiu, Nabi Musa dikejar² Fir’aun dan pasukannya di laut merah, dan banyak lagi kejadian² pada hari itu.

Nabi muhammad SAW pun telah men sunnahkan ummatnya untuk puasa ‘Asyuroh. Diriwayatkan ketika nabi berada di madinah dan Nabi menemukan  sekelompok yahudi melaksanakan puasa, lantas Nabi bertanya kepada  para sahabat. Oleh Sahabat diceritakan bahwa pada hari itu Nabi Musa dan kaumnya diselamatkan Allah dari kejaran Fir’aun dan tentaranya di laut merah. Kemudian Nabi bersabda : ” Kami lebih berhak daripada mereka ” . Disamping itu, Nabi juga mensunnahkan hari tasu’ah(9 Muharrom) walaupun Nabi belum sampai melaksanakannya.

Semoga kita dapat menghidupkan sunnah Nabi, aamin Allahumma aamin….

30
Dec
08

Selamat Tahun Baru Islam 1430 H

Assalamu’alaikum wr. wb.

Apa kabar semuanya!!! udah agak lama nggak update, maklum sok sibuk dan bingung apa yang mau di post :D

Kali ini penulis hanya bisa berucap :

“Selamat Tahun Baru Islam 1430 H”

Semoga kita semua tetap dalam naungan Allah SWT, Syafa’at Al-Qur’anul Karim dan Rasul Muhammad SAW. Dan semoga kita di akhir(mati)kan dalam keadaan Khusnul Khotimah, aamin ya robbal ‘alamin….

18
Dec
08

Apakah air Zam Zam bisa dijadikan obat ?

sumur zam-zam

Oleh: Hasan Husen Assagaf


Allah berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 30:
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”

SETELAH diciptakan Adam dari tanah dan Hawa dari tulang rusuknya, Allah menciptakan anak cucunya dari setetes air yang terpancar keluar dari tulang sulbi yang jika ditimbang beratnya hanya beberapa gram. Di dalam air itu terkandung jutaan mahluk hidup (sperma), jika seandainya semuanya dengan seizin Allah menjadi manusia maka cukup dari setetes air bisa menjadi penduduk satu negara. Tapi dari kekusaaan Allah, yang jadi dari jutaan makhuk itu hanya satu yang paling unggul.

Continue reading ‘Apakah air Zam Zam bisa dijadikan obat ?’

09
Dec
08

Kyai Hamid bin Abdullah Umar

kh-abdul-hamidKiai Hamid lahir pada tahun 1333 H (bertepatan dengan 1914 atau 1915 M) di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya di dukuh Sumurkepel, desa Sumbergirang. Sebuah pedukuhan yang terletak di tengah kota kecamatan Lasem. Begitu lahir, bayi itu diberi nama Abdul Mu’thi. Itulah nama kecil beliau hingga remaja, sebelum berganti menjadi Abdul Hamid.

Abdul Mu’thi kecil biasa dipanggil “Dul” saja. Tapi, seringkali panggilan ini diplesetkan menjadi “Bedudul” karena kenakalannya.

Mu’thi memang tumbuh sebagai anak yang lincah, extrovert, dan nakal. “Nakalnya luar biasa,” tutur KH. Hasan Abdillah Glenmore, adik sepupu beliau. Tapi nakalnya Mu’thi tidak seperti anak-anak sekarang: yang sampai mabuk-mabukan atau melakukan perbuatan asusila. Nakalnya Mu’thi adalah kenakalan bocah yang masih dalam batas wajar, tapi untuk ukuran anak seorang kiai dipandang “luar biasa”. Sebab, sehari-hari dia jarang di rumah. Hobinya adalah bermain sepak bola dan layang-layang. Beliau bisa disebut bolamania alias gila sepak bola, dan ayahandanya tak bisa membendung hobi ini. Karena banyak bermain, ngajinya otomatis kurang teratur walaupun bukan ditinggalkan sama sekali. Dia mengaji kepada KH. Ma’shum (ayahanda KH. Ali Ma’shum Jogjakarta) dan KH. Baidhawi, dua “pentolan” ulama Lasem.

Continue reading ‘Kyai Hamid bin Abdullah Umar’

04
Dec
08

Labbaik Allahumma Labbaik….

Ka'bah

talbiyah

aku datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah! aku datang memenuhi panggilan-Mu..
aku datang memenuhi panggilan-Mu, (Tuhan) yang tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kekuasaan adalah kepunyaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu…

Tak terasa kita telah memasuki bulan Dzulhijjah, salah satu dari 4 bulan dalam Asyhurul Hurum, dimana ada kejadian yang sangat menakjubkan, dimana Allah telah menguji Hambanya yang Kholilullah, yang sampai sekarang diabadikan Allah dalam rukun Islam-Nya.

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan Haji, dimana manusia seluruh dunia berkumpul, bersatu padu dari berbagai suku dan bangsa untuk melakukan rukun Islam yang ke lima, yakni Haji ke Baitullah. Haji tidak lepas dari sejarah pada jaman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS dengan Siti Sarah yang telah bertahun-tahun menikah belum juga diberi keturunan oleh Allah SWT, kemudian Allah memerintahkan untuk menikah dengan Siti Hajar(pembantu Nabi ibrahim) yang kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Ismail. Siti Sarah merasa putus asa karena tidak bisa memberi keturunan pada Nabi Ibrahim. Akhirnya Demi menjaga keutuhan rumah tangga, Allah menurunkan wahyu kepada nabi Ibrahim yang isinya adalah membawa Siti hajar dan anaknya Ismail untuk dipisah ke tempat yang jauh.

Continue reading ‘Labbaik Allahumma Labbaik….’

02
Dec
08

Imam Al-Bukhari

Imam Bukhari mempunyai nama lengkap Abu Abdullah ibn Ismail ibn Ibrahim ibn Mughirah ibn Bardzibah Al-Bukhari. Ia dilahirkan di Bukhara, Uzbekistan pada tanggal 13 Syawal 194 H. Bapaknya, Ismail, adalah seorang ulama hadits yang mempelajari materi ini di bawah bimbingan sejumlah tokoh ulama termasyhur, seperti Malik bin Anas, Hammad bin Zayd, dan Ibnu Mubarak

Ketika Imam Bukhari masih remaja, orang tuanya meninggal dunia dan ia mewarisi kekayaan dan nasib yang cukup baik dari ayahnya. Imam Bukhari mempunyai seorang ibu yang afeksionis dan seorang kakak laki-laki yang bernama Ahmad.

03
Nov
08

Jangan Taqlid

NS Hosen


Ba’da sholat zuhur berjamaah di masjid jami’, Ujang merasa kehausan.

Kakinya lantas melangkah ke warung Mpok Ruqayah. Ujang memesan es

kelapa muda.

Pada saat yang bersamaan, seorang anak muda yang berjenggot tipis dan

memakai celana cungkring (sekitar 10-15 senti di atas mata kaki) duduk

disamping Ujang. Sambil tersenyum pada Ujang, anak muda yang bernama

Jundi ini bertanya kepada Ujang, “Tadi malam akhi Ujang ikutan ratiban

di kediaman Haji Yunus yah?”

“Iyah alhamdulillah saya ikutan bareng-bareng baca Ratib al-Haddad

bersama Wak Haji”, jawab Ujang sebelum menyeruput es kelapa muda.

“Apa akhi Ujang tahu apa dalilnya ikut ratiban semacam itu?” Jundi

bertanya sambil tersenyum.

“wah itu sih urusan Wak Haji…kata beliau ratiban ini kumpulan doa

yang tentu saja ada dalilnya. Lha dalilnya itu apa dan bagaimana

yah…tolong aja kang Jundi tanya langsung sama Wak haji Yunus”. Ujang

nyerocos sambil tangannya mencomot pisang goreng di depannya.

“Itu namanya taqlid alias fanatisme buta. Agama melarang kita untuk

taqlid semacam itu. Bukankah Pak Yunus itu manusia biasa yang bisa

salah dan khilaf. Kok akhi Ujang mau saja ikut-ikutan sama beliau. Itu

namanya menyembah Pak Yunus. Haram itu hukumnya!” suara Jundi mulai

meninggi.

Continue reading ‘Jangan Taqlid’

13
Oct
08

Solawat Munjiyyat

Solawat Munjiyyat

Solawat Munjiyyat

“Ya Allah, limpahkanlah sholawat atas Junjungan kami Nabi Muhammad, Sholawat yang dengan keberkatannya Engkau lepaskan kami dari segala huru hara dan bala bencana, dan (dengan keberkatannya) Engkau tunaikan bagi kami segala hajat, dan (dengan keberkatannya) Engkau sucikan kami dari segala kesalahan, dan (dengan keberkatannya) Engkau tinggikan kedudukan kami di sisiMu, dan (dengan keberkatannya) Engkau cukupkan kami dari segala kebajikan dalam hidup ini dan selepas kematian; dan juga (sholawat) ke atas ahli keluarga dan para sahabat baginda (Rasulullah SAW) dan salam sejahtera”.

Begitulah kira kira arti dari Shalawat Munjiyyah. Sebagian muslimin ada yang mengatakannya Shalawat Munjiah atau Munjiat. Diambil dari kata “Tunjina” atau “Tunajjina” yang berarti bermunajat atau memohon. Syaikhul Islam, Imam Ibnu Hajar al-Haitami rhm. dalam kitabnya “ad-Durrul Mandhuud fish Sholaati was salaami ‘ala Shoohibil Maqaamil Mahmuud” menukilkan asal mula dan kelebihan sholawat ini sebagai berikut:

Continue reading ‘Solawat Munjiyyat’

18
Sep
08

Sebagai Bahan Renungan…

Dapat dari milist Majelis Rasulullah, kadang orang menganggap yang seperti ini merupakan surat kaleng yang harus diputus rantainya…. tetapi resapilah, ambil kebaikan di dalamnya dan buang segala keburukannya…..

————————————————————————————

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya a pabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa s ulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.

Betapa setiap orangingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE .

ANDA TERTAWA …? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..?
Sebar luaskanlah & bersyukurlah
kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK,PENGASIH
DAN PENYAYANG.
Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa banyak
orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka
masih percaya akan sesuatu?

Source : milist Majelis Rasulullah

05
Sep
08

Mengenal Guru Kita HABIB MUNZIR Bin Fuad AL-MUSAWA

Berikut ini adalah biografi dari HABIB MUNZIR AL-MUSAWA yang dijelaskan oleh beliau.

“Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat.”
Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum’at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari?ah Islamiyah di Ma;had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari;ah ke Ma;had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.
Continue reading ‘Mengenal Guru Kita HABIB MUNZIR Bin Fuad AL-MUSAWA’




Kalender Hijriyah

Archives

Majelis Rasulullah

Kitab Klasik Islam

 

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Jumlah Klik

  • 10,214 Klik