Alhamdulillah wa syukru lillahi wa laa khaula wa laa quwwata illa billah… kita masih diberi kesempatan Allah untuk dapat menghirup udara-Nya dan diberi kesehatan yang tak ternilai harganya….
Tak terasa tahun telah bertambah, 1429H telah meninggalkan kita. Semoga Ditahun ini Allah memberi kesempatan lebih kepada kita dalam menjalankan perintah² dan menjauhi larangan² Nya.
Muharram termasuk 1 dari 4 bulan yang dimulyakan Allah (asyhurul hurum) dan dalam bulan Muharram ini terdapat hari dimana Allah memberikan banyak keistimewaaan dan kemenangan bagi kaum Muslimin. Hari itu tak lain adalah yaumul ‘Asyuroh(10 Muharram).
Diantara kejadian besar pada hari ‘Asyuroh ini adalah : banjir pada masa Nabi Nuh surut, Nabi Ibrahim dibakar oleh raja Namrud, Nabi Yunus dimuntahkan dari perut ikan hiu, Nabi Musa dikejar² Fir’aun dan pasukannya di laut merah, dan banyak lagi kejadian² pada hari itu.
Nabi muhammad SAW pun telah men sunnahkan ummatnya untuk puasa ‘Asyuroh. Diriwayatkan ketika nabi berada di madinah dan Nabi menemukan sekelompok yahudi melaksanakan puasa, lantas Nabi bertanya kepada para sahabat. Oleh Sahabat diceritakan bahwa pada hari itu Nabi Musa dan kaumnya diselamatkan Allah dari kejaran Fir’aun dan tentaranya di laut merah. Kemudian Nabi bersabda : ” Kami lebih berhak daripada mereka ” . Disamping itu, Nabi juga mensunnahkan hari tasu’ah(9 Muharrom) walaupun Nabi belum sampai melaksanakannya.
Semoga kita dapat menghidupkan sunnah Nabi, aamin Allahumma aamin….

Kiai Hamid lahir pada tahun 1333 H (bertepatan dengan 1914 atau 1915 M) di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya di dukuh Sumurkepel, desa Sumbergirang. Sebuah pedukuhan yang terletak di tengah kota kecamatan Lasem. Begitu lahir, bayi itu diberi nama Abdul Mu’thi. Itulah nama kecil beliau hingga remaja, sebelum berganti menjadi Abdul Hamid.








