.:: sebuah refleksi diri ::.


Labbaik Allahumma Labbaik….

Posted in Artikel, Kisah dan Hikmah by al4mien on 4 December 2008

Ka'bah

talbiyah

aku datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah! aku datang memenuhi panggilan-Mu..
aku datang memenuhi panggilan-Mu, (Tuhan) yang tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kekuasaan adalah kepunyaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu…

Tak terasa kita telah memasuki bulan Dzulhijjah, salah satu dari 4 bulan dalam Asyhurul Hurum, dimana ada kejadian yang sangat menakjubkan, dimana Allah telah menguji Hambanya yang Kholilullah, yang sampai sekarang diabadikan Allah dalam rukun Islam-Nya.

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan Haji, dimana manusia seluruh dunia berkumpul, bersatu padu dari berbagai suku dan bangsa untuk melakukan rukun Islam yang ke lima, yakni Haji ke Baitullah. Haji tidak lepas dari sejarah pada jaman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS dengan Siti Sarah yang telah bertahun-tahun menikah belum juga diberi keturunan oleh Allah SWT, kemudian Allah memerintahkan untuk menikah dengan Siti Hajar(pembantu Nabi ibrahim) yang kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Ismail. Siti Sarah merasa putus asa karena tidak bisa memberi keturunan pada Nabi Ibrahim. Akhirnya Demi menjaga keutuhan rumah tangga, Allah menurunkan wahyu kepada nabi Ibrahim yang isinya adalah membawa Siti hajar dan anaknya Ismail untuk dipisah ke tempat yang jauh.

Setelah berhari-hari, akhirnya Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail tiba di Kota Mekkah. Pada waktu itu, Mekkah merupakan kota yang bisa dibilang tak berpenghuni, tidak ada perkampungan, makanan atau sumber air, kota yang sunyi sepi. Akhirnya Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Ismail yang masih bayi di tempat itu. Siti Hajar memohon agar jangan ditinggal sendiri seraya berkata “Apakah ini merupakan kehendakmu atau kehendak Allah SWT ?” maka Nabi Ibrahim menjawab : “Bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan Dialah yang akan melindungi mu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguh kalau bukan perintah dan wahyunya, tidak sesekali aku tergamak meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat ku cintai ini. Percayalah wahai Hajar bahwa Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya, insya-Allah.”

Mendengar kata-kata Ibrahim itu Siti Hajar melepaskan genggamannya pada baju Ibrahim dan dilepaskannyalah beliau menunggang untanya kembali ke Palestina dengan iringan air mata yang bercurahan membasahi tubuh Ismail yang sedang menetek. Sedang Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya keetika ia turun dari dataran tinggi meninggalkan Makkah menuju kembali ke Palestina di mana isterinya Sarah. Ia tidak henti-henti selama dalam perjalanan kembali memohon kepada Allah perlindungan, rahmat dan barakah serta kurniaan rezeki bagi putera dan istrinya yang ditinggalkan di tempat terasing itu. Ia berkata dalam doanya:” Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu (Baitullahil Haram) di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mereka mendirikan solat dan beribadah kepada-Mu. Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan yang lezat, mudah-mudahan mereka bersyukur kepada-Mu.”

Hari demi hari telah terlewati, perbakalan pun menipis. Ismail yang terus menerus menangis membuat Siti Hajar tambah panik dan beban hidupnya serasa bertambah. Ditengah kepanikan itu, ia melihat sebuah bukit yang tampak ada airnya. Siti Hajar pun begegas mendatangi Bukit tersebut(Shofa) untuk mendapatkan air dengan berlari-lari kecil, setelah sampai di puncak ternyata tidak ada setetes pun air. Siti hajar pun semakin panik, kemudian dilihatnya ada satu bukit lagi(Marwa), ia pun bergegas menuju kesana. Sesampai di puncak, tak didapatinya setetespun air. Ini berlangsung sampai tujuh kali. Setelah putus harapan, Siti Hajar pun bertambah panik, karena yang sebelumnya Ismail menangis dengan kerasnya, tiba-tiba suara tangisan pun menghilang. Akhirnya Siti Hajar kembali ke bayi Ismail untuk melihat keadaannya, dan Subhanallah… ada air yang memancar keras dari bekas injakan kaki Ismail. Air yang kemudian semakin besar dan lebar itu segera didatangi dan diminum Siti Hajar dan Ismail. Tak henti-hentinya Siti Hajar bersyukur kepada Allah SWT atas segala pertolongan-Nya, dan mereka pun tidak kuatir lagi akan kekurangan air. Daerah yang tandus itu pun berubah menjadisubur. Banyak burung-burung yang singgah untuk mampir minum. pada akhirnya, banyak pula para saudagar yang singgah di tempat itu untuk melepas lelah dan meminta minum untuk bekal perjalanannya.

Setelah sekian lama, akhirnya Nabi Ibrahim AS berkunjung ke kota Mekkah demi melepas kerinduan dengan istri dan anaknya. Tak berhenti sampai disitu ujian dari Allah, Nabi Ibrahim memperoleh wahyu lewat mimpi yang isinya adalah menyembelih putranya Ismail. Keraguan terjadi pada diri Ibrahim, mimpi pun terulang sampai ketiga kalinya. Akhirnya pada tanggal 9 Dzulhijjah Nabi Ibrahim mendapat kemantaban hati atas wahyu tersebut.

Kemudian wahyu itupun diceritakan kepada anaknya. Diusia semuda itu Ismail menjadi sosok yang patut diteladani, bagaimana tidak!!! Ismail dengan kemantaban hati berucap ” Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya.”Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:” Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah.”

Akhirnya, keesokan harinya mereka berdua bersiap-siap berangkat untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan tidak diketahui oleh Siti Hajar. Ditengah perjalanan, mereka mendapat godaan dari Syaiton yang intinya mau menggagalkan perintah itu. Nabi Ibrahim dan Ismail melempari Syaiton tersebut dengan batu kerikil, kejadian ini berlangsung sampai tiga kali. Kejadian ini diabadikan oleh Allah SWT dengan tiga jumroh(Ula, Wustho, Aqobah). Setelah sampai di tempat penyembelihan Nabi Ibrahim bersiap dengan parangnya. Sesaat sebelum sampai dileher Nabi Ismail, Allah telah menyuruh malaikat untuk mengganti Ismail dengan seekor kambing. Maka disunnahkan lah bagi kaum Muslim untuk berkurban.

Demikianlah asal mula dari pelaksanaan Haji, yang banyak menapak tilas dari kehidupan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS. Semoga Kita ditakdirkan Allah SWT untuk dapat melaksanankan rukun Islam yang kelima ini, aamin ta robbal ‘alamin….

2 Responses to 'Labbaik Allahumma Labbaik….'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Labbaik Allahumma Labbaik….'.

  1. canon said,

    minta ijin ngopy jpg talbiyahnya ya.
    terima kasih

    • al4mien said,

      monggo… silahkan akhi…. sama²


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: