.:: sebuah refleksi diri ::.


Hai Pemimpin yang ber-KTP kan ISLAM berkacalah kalian…..!!!!!

Posted in Artikel, Kisah dan Hikmah by al4mien on 5 April 2010

“Tiada Beriman orang yang tidak memegang amanat
dan tidak ada agama bagi orang tidak menepati janji” (HR Adailami).

Amanat Bagi Pemimpin

Menjelang dini hari pada suatu malam, Khalifah Umar bin Khattab RA, disertai pengawalnya melakukan sidak kepinggiran kota.
Beliau mendengar percakapan dua orang wanita di gubuk kecil.
Kata sang Ibu,” campur saja susunya dengan air.” Tapi amirul mukminin Umar telah mengeluarkan peraturannya yang melarangnya,Ibu,” jawab anak gadisnya.
“Khalifah Umar toh tidak akan mengetahuinya,” kilah sang Ibu.
” Kalau Umar tidak mengetahuinya, tapi Allah pasti mengetahuinya, Ibu!” jawab sang anak.
Dialog kedua insan ini teramat berkesan di hati Umar.

Esok harinya ia menyuruh aparatnya untuk meyelidiki kedua wanita itu. Ternyata suami dari Ibu itu telah gugur di medan perang.
Hidup mereka serba kekurangan. Putri Ibu itu seorang gadis.

Singkat cerita, Umar melamar gadis itu untuk dinikahkan dengan putranya Ashim. Pernikahan pun berlangsung. Dari hasil perkawinan itu lahir anak seorang perempuan yang kelak dinikahi oleh Abdul Azis bin Marwan.
Dan kemudian lahirlah Umar bin Abdul Azis, Khalifah yang tersohor adil dan zuhud itu.
Ketika Umar bin Abdul Azis mendapat promosi, dari Gubernur Madinah menjadi Khalifah, ia menangis dan pingsan. Ia menyatakan, bahwa beban kewajiban seberat ribuan gunung telah diletakan kepundaknya, pada hal untuk mengurus diri sendiri pun ia merasa belum mampu.
Sekarang di beri amanah mengurus umat.
Setelah Umat bin Abdul Azis RA dilantik menjadi Khalifah, beliau pergi ke mushallahnya dan menangis tersedu-sedu.
Ketika di tanyakan kepadanya tentang penyebab tangisnya, beliau menjawab,

“aku memikul amanat umat ini dan aku tangisi orang -orang yang menjadi amanat atasku, yaitu kaum fakir miskin yang lemah dan lapar, ibnu sabil yang kehilangan tujuan dan terlantar, orang-orang yang di zalimi dan di paksa menerimanya, orang-orang yang banyak anaknya dan berat beban hidupnya. Merasa bertanggung jawab atas beban mereka, karena itu, aku menangisi diriku sendiri karena beratnya amanat atas diriku.”
Konon semasa ia menjabat sebagai Khalifah, tak satu pun mahluk dinegerinya menderita kelaparan. Tak ada serigala mencuri ternak penduduk kota, tak ada pengemis di sudut-sudut kota, tak ada penerima zakat karena setiap orang mampu membayar zakat.

Lebih mengagumkan lagi, penjara tak ada penghuninya. Sejak di angkat menjadi Khalifah Umar bertekad, dalam hatinya ia berjanji tidak akan mengecewakan amanah yang di embannya. Simaklah sikapnya.

Salah seorang Gubernurnya menulis surat. Isinya minta dana untuk membangun benteng sekeliling kota. Khalifah membalas suratnya. ‘Apa manfaatnya membangun benteng ? Bentengilah ibu kota dengan keadilan, dan bersihkan jalan-jalannya dari kezaliman.” Ada pepatah mengatakan, “seorang alim harus mengajar dirinya sebelum mengajar orang lain, dan hendaknya mengajar dengan prilakunya sebelum mengajar dengan ucapan -ucapannya.”
Pepatah itu pas untuk pribadi Umar bin Abdul Azis.

Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Azis mendapat hidangan sepotong roti yang masih hangat, harum dan membangkitkan selera dari istrinya.” Dari mana roti ini ?”tanyanya.
“buatan saya sendiri,” jawab istrinya.
” Berapa kau habiskan uang untuk membeli terigu dan bumbu-bumbunya?”
” hanya tiga setengah dirham saja,”
jawab istrinya.
” Aku perlu tahu asal usul benda yang akan masuk kedalam perutku, agar aku dapat mempertanggung jawabkannya di hadirat Allah SWT. Nah, uang tiga setengah dirham itu dari mana ?”
” setiap hari saya menyisihkan setengah dirham dari uang belanja yang anda berikan, wahai Amirul Mukminin, sehingga dalam seminggu terkumpul tiga setengah dirham. Cukup untuk membeli bahan-bahan roti yang halalan thayyiban,” kata istri Khalifah menjelaskan.
” Baiklah kalau begitu. Saya percaya, asal usul roti ini halal dan bersih. Namun, saya berpendapat lain. Ternyata biaya kebutuhan hidup kita sehari-hari perlu di kurangi setengah dirham, agar kita tidak mendapat kelebihan yang membuat kita mampu memakan roti atas tanggungan umat,” tegas Khalifah.
Dan sejak hari itu, umar membuat instruksi kepada bendaharawan Baitul Maal untuk mengurangi jatah harian keluarga Umar sebesar setengah dirham.
” Saya juga akan berusaha mengganti harga roti itu, agar hati dan perut saya tenang dari gangguan perasaan, karena telah memakan harta umat demi kepentingan pribadi,” sambung Khalifah.

Disebutkan lagi, suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Abdil Azis, di kunjungi bibinya. Maksudnaya meminta tambahan tunjangan dari Baitul Maal. Ketika itu, Amirul Mukminin sedang makan kacang bercampur bawang dan adas, makanan rakyat awam. Umar menghentikan makannya, lalu mengambil sekeping uang logam satu dirham dan membakarnya.di bungkusnya uang itu dengan sepotong kain dan di berikannya kepada bibinya seraya berkata,
” Inilah tambahan tunjangan uang yang bibi minta.” Bibi menjerit kepanasan ketika menyentuh bungkusan berisi uang logam panas itu. Umar berkata,
” Kalau api dunia terasa sangat panas bagaimana kelak api neraka yang akan menbakar aku dan Bibi karena menghianati amanah dan menyelewengkan harta kaum muslimin?”
Masya Allah, itulah berkah memegang amanah Allah. Betapa rezeki yang halal dengan izin Allah, bisa membentuk pribadi-pribadi keturunan yang menawan.
Masih adakah orang seperti itu di zaman mutakhir ini?

Wallahul Hadi ilaa Thoriiqim Mustaqiim…

Source : Facebook

3 Responses to 'Hai Pemimpin yang ber-KTP kan ISLAM berkacalah kalian…..!!!!!'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Hai Pemimpin yang ber-KTP kan ISLAM berkacalah kalian…..!!!!!'.

  1. ahmad Fan said,

    Lalu apa yang kita harapkan dari mereka ? bimbingan ? kesejahteraan ?

    • al4mien said,

      keadilan dalam menegakkan hukum, sebagaimana keadilan yg dicontohkan Umar bin Abdul Aziz

  2. Andri said,

    Alangkah indahnya negri ini bila, pemimpinnya seperti UMAR bin Abdul Azis


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: